Skip to content

ANTRAKNOSA ATAU PATEK PADA TANAMAN CABAI

April 9, 2010

Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam. Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.

Pengendalian Penyakit Antraknosa atau Patek:

  • Melakukan perendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) dicampur dengan DI Grow Green sebanyak 10 ml sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati.
  • Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 hari sebelum pindah tanam.
  • Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, namun perlu diperhatikan saat melakukan pemusnahan, tangan yang telah menyentuh (sebaiknya diusahakan tidak menyentuh) luka pada tanaman tidak menyentuh tanaman/buah yang sehat, dan sebaiknya dilakukan menjelang pulang sehingga kita tidak terlalu banyak bersinggungan dengan tanaman/buah yang masih sehat.
  • Penggiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae(terong, tomat dll) atau tanaman inang lainnya misal pepaya  karena berdasarkan penelitian IPB patogen antraknosa pada pepaya dapat menyerang  cabai pada pertanaman.
  • Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll. khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa juga gabungan keduanya.
  • Penggunaan mulsa hitam perak, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak sinar matahari dapat dipantukan pada bagian bawah permukaan daun/tanaman sehingga kelembaban tidak begitu tinggi.
  • Penyemprotan rutin pupuk organic cair DI Grow Green dengan dosis 3 cc/liter air dengan interval semprot 10 hari atau bisa juga disemprotkan bersamaan dengan penyemprotan fungisida.
  • Menggunakan jarak tanam yang lebar yaitu sekitar 65-70 cm (lebih baik yang 70 cm) dan ditanam secara zig-zag ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar, keuntungan lain buah akan tumbuh lebih besar.
  • Penyiangan / sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
  • Jangan menanam cabai dekat dengan tanaman cabai  yang sudah terkena lebih dahulu oleh antraknosa / patek, ataupun tanaman inang lain yang telah terinfeksi.
  • Pengelolaan drainase yang baik di musim penghujan.

Agen hayati yang sering digunakan dalam pengendalian antraknosa adalah : Actinoplanes, Alcaligenes, Agrobacterium Amorphospongarium, athrobacter dll, dan ini biasanya bisa didapat di balai perlindungan tanaman Deptan. Namun perlu diperhatikan bila kita menggunakan agen hayati sebaiknya kita tidak menggunakan pestisida kimia, karena akan menyebabkan kematian pada agen hayati tersebut.

Jarak terdekat mulut ke telinga

Februari 24, 2010

Jangan suka mengucapkan sumpah serapah, cacian atau makian kepada orang lain. Masalahnya secara psikologi saraf sensorik kita akan memerintahkan kepada jiwa kita apa yang diterimanya untuk kita lakukan dan jadilah seperti itu. Ketika kita tanpa sadar mengucapkan kata makian, misalnya “monyet luu” atau “dasar bego”. Maka kita bisa pikirkan resonansi ucapan tersebut sebenarnya pertama sekali sampai kemana, ke telinga orang yang kita tuju kah atau ke telinga kita sendiri. Dengan demikian sebenarnya sadar atau tidak sadar pada saat kita mengucapkan sumpah serapah, makian atau cacian justru ucapan tersebut pertama sekali kita tujukan kepada diri sendiri.
Untuk itu sebisa mungkin hindarilah mengucapkan makian, cacian atau yang lainnya kepada orang lain.

Penggunaan DI Grow pada Tomat di Simalungun

Januari 26, 2010

Pekerja Bapak Natanael Purba, yakni Pak Rizki berkata bahwa selama ini begitu musim kemarau tiba maka kondisi tanaman tomat yang dia tanam biasanya akan menunjukkan gejala daun menguning dan tidak segar sampai-sampai beliau tidak tega melihatnya. Hingga akhirnya Bapak Natanael Purba menyuruh dia untuk menyemprotkan pupuk organic cair DI Grow dan setelah penyemprotan DI Grow hijau ternyata kondisi daun yang sudah mulai menguning berangsur-angsur hijau segar kembali.

Kemudian karena kondisi tanaman tomat nya sudah mengeluarkan bunga bahkan sebagian telah menjadi buah, Pak Rizki langsung semprot dengan DI Grow yang warna merah dengan dosis 3 cc/liter air. Pupuk dasar yang dia berikan hanya secukupnya saja berhubung kondisi pupuk kimia sangat mahal dan sulit didapatkan. Baca selanjutnya…

SIMALUNGUN-KU

Januari 23, 2010

Simalungun sebagai salah satu wilayah dan suku yang terbilang besar khususnya di daerah Sumatera Utara. Sepintas kalau kita tinjau ke belakang Simalungun merupakan salah satu daerah yang pantas untuk dilirik dilihat dari potensi daerahnya, tanah yang subur, daerah wisata yang beraneka ragam serta adapt istiadat yang kaya.
Tetapi kalau kita melihat kondisi yang ada sekarang, masihkah kita patut berbangga akan hal itu..? Baca selanjutnya…

PRINSIP HIDUP SEHAT

Januari 22, 2010

Prinsip hidup sehat pada dasarnya merupakan prinsip hidup yang mengacu kepada bagaimana kita mengatur pola makan, istrahat, berolahraga dan bekerja. Secara umum hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesehatan kita. Satu sisi yang terpenting yang harus diperhatikan adalah masalah apa yang kita makan dan minum setiap hari. Barangkali setiap pagi atau sore sepulang dari bekerja kita akan singgah di Super Market untuk belanja keperluan dapur ataupun malam hari sehabis makan malam kita pergi berbelanja ke Pasar Induk atau ke Kramat Jati untuk membeli sayuran dan lauk-pauk seperlunya. Tetapi pernahkah kita terpikir bagaimana rangkaian proses sayuran tersebut sampai ke pasar sejak pertama sekali ditanam oleh si petani di Cianjur atau di Sukabumi sana..??? Baca selanjutnya…